Renungan diri

Dalam Kamar Yang Sama

Cahaya mentari mulai hangat terasa. Setengah tinggi menembus genting kaca. Menyingkirkan gelap dikamarku yang berantakan wujudnya. Merenung. Apa yang harus aku lakukan setelah ini? Pertanyaan itu kembali menyerbuku lagi. Membuat lelah sekujur badanku. Mulai mencoba melemahkan semangatku. Menggoda ruang air mataku. Sayang sekali. Sampai hari ini aku belum juga dapat jawaban-Nya. Tapi aku masih hidup.… Lanjutkan membaca Dalam Kamar Yang Sama

Renungan diri

Pagi Datang Lagi

Hawa dingin mulai berakhir. Mentari mulai hempaskan hawa dingin hingga menyingkir. Suara alam mulai terdengar menggelora. Terdengar hingga jauh didalam ruang telinga. Hidup kembali. Menjalani aktifitas di dunia fana ini. Ada rasa harap yang terucap tanpa kata lelah. Ada doa yang mengiringi setiap langkah. Tak peduli bagaimana hari ini. Yang penting masih hidup dan diberikan… Lanjutkan membaca Pagi Datang Lagi

Renungan diri

Menjaring Cahaya

Menjaring Cahaya Terbangun sendiri. Dia tersenyum lalu memejamkan mata dan mencoba merasakan tenang di dalam diri. Mata sayu itu mulai terbuka kembali. Sejenak diam di tempat tidurnya untuk merenung dan mensyukuri atas segenap nyawa yang telah kembali. Dia memandang cahaya yang menembus genting kaca di atas sana. Tangannya mulai bergerak dan mencoba menjaring cahaya. Yang… Lanjutkan membaca Menjaring Cahaya

Renungan diri

Pelajari Yang Berada Di Balik Rupa & Raga

Ketika aku melihat orang yang sukses. Aku tidak heran dengan ketenarannya. Aku hanya sibuk memperhatikan bagaimana proses yang pernah dilaluinya. Yang terkadang tidak dia ungkapkan kepadamu. Sebab memang tidak mudah berjuang untuk mencapai keinginan itu. Jangan malas. Mari bangkit dan belajar. Jika sekarang saat ini kau belum bisa terang bersinar saat malam. Yang terpenting dirimu… Lanjutkan membaca Pelajari Yang Berada Di Balik Rupa & Raga

Renungan diri

Perihal Mencoba

Yang ada "belajar menjadi sempurna. Sebab manusia biasa tak ada yang selalu sempurna." Yang ada "mencoba lebih baik.Sebab manusia biasa jarang yang selalu baik." Yang ada "belajar menerima kenyataan saat ini."Sebab "tak mungkin mengembalikan kumpulan masa yang sudah dilalui." Yang ada "muhasabah diri."Ada saatnya mempertanyakan segala kemilau keinginan di dalam diri. @penaku_laylie

Renungan diri

Kau dan Dirimu

Ketika ragamu terasa ingin tumbang. Hai, kau kuat dan baik-baik saja. Ketika lelah merajam sekujur tubuhmu dan tak tau bagaimana memulai cerita dengan seseorang di kejauhan sana. Hai, kau kuat melaluinya. Bukankah sendiri itu bukan tanda kelemahan diri. Hai, kau harus bisa semangat dan sembuh segera. "penaku laylie"

Renungan diri

Suara Tanpa Kata

Diam-diam dia mengamati hembusan angin malam. Semilir terasa dingin menembus dinding-dinding bambu yang terlihat samar. Hembusan angin seakan mengoyak keheningan malam yang semu. Membangunkan mimpi-mimpi yang tenggelam membisu. Begitu sunyi semesta terasa senyap. Hanya kawanan hewan malam yang ramai tak pedulikan malam gelap. Seakan mereka bahagia dengan kesunyian yang hadir. Tetap menjalani takdirnya tanpa banyak… Lanjutkan membaca Suara Tanpa Kata

Renungan diri

Dia Masih Hidup

Berjalan. Tertatih perlahan. Gadis itu melangkah memasuki kamarnya. Kamar bambu yang tak begitu luas. Namun penuh dengan kenangan yang masih membekas. Seakan setiap sudutnya mempunyai kisah tersendiri yang masih terasa. Impiannya yang pernah hancur. Keinginannya yang ada lantas melebur. Barang berharga yang pernah ada. Namun sirna dalam sekejap mata. Diam dan termenung. Matanya berkaca-kaca. Tubuhnya… Lanjutkan membaca Dia Masih Hidup