Phoem

Mencari Nyanyian Hati

Ruang malam yang sunyi, Terjaga mata seakan terjebak dalam mimpi, Dalam perjalanan berkelana mencari nyanyian hati, Berharap menemukan nyanyian hati yang selaras nadanya, Berharap menemukan nyanyian hati yang terjaga dalam satu vibrasi rasanya, Namun, di manakah sejatinya keberadaan nyanyian hati?, Yang terdengar merdu tanpa diselimuti ketakutan, Yang terdengar nyaring tanpa banyak paksaan, Dalam lelah perjalanku… Lanjutkan membaca Mencari Nyanyian Hati

Phoem

Ketika Sekilas Bayangan Menyapa

Bayangan wajahmu terpancar mendekati ruang mataku. Diam tak bergerak. Tersenyum manis membuat jantungku kembali berdetak. Dalam diam coba kutanya dalam hati. Dari arah mana hingga kau sampai di sini. Seketika hancurkan lamunanku. Memporak-porandakan kegelisahan batinku. Duhai engkau yang bersemayam dalam pikiranku. Siapa dan di manakah engkau saat ini tinggal. Ke mana aku harus pergi menentukan… Lanjutkan membaca Ketika Sekilas Bayangan Menyapa

Phoem

Dariku Untukmu Muridku |

Tak sedikitpun kutampakkan wajah sayu ketika menatapmu. Tak sedikitpun kutampakkan lelahku dihadapanmu. Untuk kalian aku berusaha dengan segenap kemampuanku. Untuk kalian aku berjuang demi cemerlangnya masa depanmu. Kuselaraskan rasa denganmu agar segala pelajaran dariku bisa kau terima. Kusabarkan hatiku ketika kalian belum mampu memahami segalanya. Demi masa depan kalian sebagai seorang guru aku berjuang. Agar… Lanjutkan membaca Dariku Untukmu Muridku |

Phoem

Merayu |

Dengarlah, aku coba merayumu dari sini. Bangunlah, aku coba menantimu sekali lagi . Kemarilah, aku bertahan dalam kesunyian penantian. Malam ini, aku menunggumu dan bertahan. Sekali lagi dan lagi. Langkahkan kakimu untuk menemuiku. Langkahkan arahmu menemukanku. Di sini, di tempat ini aku menunggumu. Bawalah wangimu, bawalah semerbak harummu. Datang untuk menemuiku.

Phoem

Mendekatlah Lebih Dekat

Kau bagai angin yang berhembus ketika diriku menginginkan kesejukan, Kau adalah sahabat yang dikirimkan padaku sebagai teman untuk sebuah perjalanan, Sekalipun kau masih jauh, aku mampu merasakan dekatmu meski terbatas dalam tulisan, Sekalipun kau masih jauh, aku mampu merasakan kehadiranmu meski tanpa sebuah bayangan, Tetaplah bersamaku, Meski kesementaraan ini akan berlalu, Tetaplah menemaniku, Meski kita… Lanjutkan membaca Mendekatlah Lebih Dekat

Phoem

Senja telah menutup cerahnya, Berganti malam dipeluk semilir angin menggugah jiwa, Termenung sendiri, Dalam kamar bambu mulai kurangkai mimpi, Kucoba baca diriku, Kucoba pahami sekitarku, Kucoba terjemahkan di sekelilingku, Agar aku merasa sedikit ringan menjalani, Segenap kisah perjalanan ini, "Laylie"

Phoem

Semacam daun jatuh

Semacam hembusan angin yang tak mudah dijelaskan,Lembut datang tiba-tiba,Terkadang menghantam memburu sampai tak tersisa,Sedikit memahami, Sedikit kembali terjatuh lagi,Seperti daun yang jatuh,Sekuat apa bertahan tetap merasakan sebuah rasa runtuh,Terjun bebas menemui bumi,Menyatukan kembali dan memandang ada yang lebih dari ini lagi,

Phoem

Dalam sangkar emas diriku berpacu,Merangkai impian-impian yang mendatangiku,Aku coba merasakan kenyamanan,Aku mencoba membiasakan dengan keadaan,Yang mereka lihat tentangku,Yang mereka nilai tentangku,Hanyalah bagian kecil dari diriku,Hanya sebatas yang mereka pandang nan tampak dariku,Dari sekian banyak yang mereka lihat dariku,Sejatinya rasa adalah diriku yang mengerti keberadaanku,@ Laylie

Phoem

Mendung menyapa,Diiringi gerimis di pagi hari seperti biasa,Sendiri kau termangu,Menatap langit dan gerimis yang datang menjamahmu,Dalam buaian bayangan nan jauh di hadapanmu yang belum berlalu,Kau coba kendalikan segala rasa dalam hatimu,Satu persatu impian mulai kau eja,Dari segala sisi kau coba memahaminya,Dalam keterbatasan hati kecilmu bicara,Tentang sebuah impian yang harus kau menggapainya,@Laylie

Phoem

Cahaya mentari menembus mendung dingin di atas langit,Singkirkan hawa dingin yang menyelimuti bumi,Datanglah cahaya yang menghangatkan,Setiap rasa dingin perlahan tersingkir digantikan,Ada lembaran kisah hidup yang baru,Yang tak sama dari hari kemarin yang berlalu,Bersyukur seluruh penghuni langit dan bumi,Karena kehidupan masih berjalan hingga saat ini,@Laylie

Catatan Penaku Laylie, Fana, Penaku Laylie, Phoem, Renungan diri

2018

Semua sudah berlalu,Berkemas pergi meninggalkanmu,Kenangan,Rasa sakit,Masa-masa yang penuh perjuangan,Semua seakan tersimpan rapi dalam sebuah buku,Adalah sebuah cermin bagimu untuk masa mendatang,Atas segala kekuranganmu,Pribadi dan hatimu,Gerak dan langkah kakimu,Selaraskan pikiran dan hati dalam setiap keadaanmu,Biarkan waktu ini berlalu,Simpan segenap hikmah dari masa lalu,Sebagai sarana untuk perbaikan masa depanmu.Setiap jalan takdir yang harus dilalui,Membutuhkan pengorbanan sebanding dengan… Lanjutkan membaca 2018

Phoem

Rindukan Cahaya

Ketika rindu mulai samarkan pandangan hatiku, Ketika rindu mulai benamkan sebagian hasratku, Jiwaku mulai sakit dan redup tergilas kepalsuan bayanganmu, Jiwaku tertutupi gelap, Dunia kurasakan begitu pengap, Seribu kata kubahasakan kembali pada hatimu, Walau kutau akan sia-sia memanggilmu, Kekosongan pikiranku sekilas, Aku ingin melepaskan diriku dari kefanaan yang terbatas, Hatiku yang lusuh mulai menangis rindukan… Lanjutkan membaca Rindukan Cahaya

Phoem

Sahabat, Kau Datang Untukku?

Hening sejenak membisu, Mulai kurangkai kembali ribuan kata dalam pikiranku, Sunyi suasana di sekitar, Tiada kutemukan walau sedikit komentar, Tiba-tiba kau datang menyapaku, Dari kejauhan kau perkenalkan dirimu, Tersenyum kusambut kedatanganmu, Meski hanya tulisanmu yang menemaniku, Siapapun namamu di sana, Siapapun dirimu di sana, Terimakasih sudah menemaniku di sini, Akan kurangkai semangatku kembali setelah ini,… Lanjutkan membaca Sahabat, Kau Datang Untukku?

Phoem

Di Lubuk Hatiku

Kenangan bersamamu sudah berlalu, Hanya hembusan kenangan terkadang menerpa hatiku, Kurasakan, Kuredam ketidakrelaan, Waktu lama bersama menulis cerita tentangku tentangmu, Tak ingin hal itu terulang kembali bersamamu, Rasa yang menyiksa di akhir cerita denganmu,  

Phoem

Pergilah

Kurasakan redup cahaya hati, Sejak kau pergi dariku tiada mampu menanti, Saat kusentuh, Saat kurasakan, Semakin jauh dirimu tiada mampu kumenahan rasa jenuh, Wahai dirimu di sana, Jangan ikuti langkahku, Jangan ikuti bayanganku, Kau hanya bagian yang harus kuhapus segera, Dari kehidupanku meski hanya dalam cerita,