Penaku Laylie

Di Batas Senja

Senja seperti biasanya

Cahaya mulai terasa hangat biaskan sinarnya. Menemaniku disore ini menuju senja.

Angin berhembus tenang. Tapi masih bisa menggoyangkan rerumputan.

Diam tanpa kata. Sesekali bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang memang seharusnya.

Ditemani kopi hangat. Seperti seorang penghibur yang menemani dalam pekat.

Kucoba tersenyum kembali. Kulanjutkan perjalanan hidupku meski terasa lambat sekali.

Meski terkadang sejenak diam tanpa kata. Bukan berarti aku tak bisa bicara. Terkadang cukup kupendam sendiri yang aku rasa. Berharap diriku memahami tentang diriku seutuhnya.

Kubiarkan waktu terus berjalan. Kubiarkan keadaan berubah seiring berputarnya semesta alam.

Di batas senja aku menunggu. Jawaban dari kegelisahanku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s