Renungan diri

Menjaring Cahaya

Menjaring Cahaya

Terbangun sendiri.

Dia tersenyum lalu memejamkan mata dan mencoba merasakan tenang di dalam diri.

Mata sayu itu mulai terbuka kembali.

Sejenak diam di tempat tidurnya untuk merenung dan mensyukuri atas segenap nyawa yang telah kembali.

Dia memandang cahaya yang menembus genting kaca di atas sana.

Tangannya mulai bergerak dan mencoba menjaring cahaya.

Yang ingin dia genggam sebagai bekal perjalanan ketika malam.

Yang ingin dia genggam sebagai penerang ketika gelap kembali datang menyerang.

Dia mulai berdiri dan menghampiri.

Seberkas cahaya itu dia coba genggam berkali-kali.

Dia diam dan berpikir dalam.

Dia mulai bertanya kepada semesta alam.

Masih adakah seberkas cahaya yang bisa ku jaring untuk menerangi jejak langkahku ?

Masih adakah seberkas cahaya untukku ?”

“penaku laylie”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s