Penaku Laylie

Mungkinkah Aku Menikah?

Sudah beberapa hari ini laylie (nama samaran) mengurung diri. Entah apa yang sedang terjadi dengan dirinya. Setiap ditanya jawabnya hanya ‘aku masih hidup”. Memang gadis yang aneh. Tapi itulah dia.

Dalam kamar bambu dia rebahkan tubuhnya. Merasakan beberapa rasa kurang nyaman yang masih tertahan didalam raganya.

Tiba-tiba dia bangkit dari tempat tidurnya. Sebab terdengar olehnya suara-suara yang tak hanya satu dan dua.

Seperti suara pertemuan. “bisiknya dalam hati”.
Seperti suara keramaian. “bisiknya dalam hati”.

Lalu dia rebahkan tubuhnya lagi. Dalam pikirnya terlintas tanda tanya. “Lantas aku kapan menikahnya? ”

Dia hanya tersenyum menahan segala pertanyaan yang melintas didalam pikirannya.

Dia hanya pasrah tentang sebuah pertemuan yang mungkin saja akan terjadi pada dirinya. Entah kapan waktu yang ditentukan oleh-Nya.

Tenang….
Begitulah yang dia katakan pada dirinya.

Catatan Penaku Laylie

Ingin Menjadi Ratu

Gadis itu segera bergegas merebah manis dikamar bambu kesayangannya.

Sebut saja namanya Laylie. (nama samaran) Rambutnya acak-acakan. Penampilannya tak rapi. Seperti setelah dihempas badai. Namun dia tak pedulikan penampilannya.

Hening malam ini “bisiknya dalam hati”.

Sembari menatap langit-langit yang dihiasi sarang laba-laba.

Pikirannya mulai berimajinasi. Dia tersenyum dia tertawa. Seakan bercanda dengan dirinya sendiri ketika tengah malam tiba.

Aku ingin jadi ratu “bisiknya dalam hati”.

Apakah mungkin ya? “dia mulai bertanya pada dirinya sendiri”.

Aku lelah di bumi. Aku ingin menjadi ratu di atas langit sana. “kata dia dalam hati”.

Dia mulai tertawa sendiri. Dia sadar diri bahwa yang diucapkannya itu hanyalah khayalan tingkat tinggi. ^_^

Sudah malam. Ikan bobog. “bisiknya”. Seperti kata penghibur diri atau semacam kata pembalut luka. Yang pasti bukan pembalut lainnya (sensor) -_-

Sekalipun sudah menghibur diri agar tidak terlalu merasakan berat pikirannya. Tapi kenyataannya dia belum tidur juga.

Entahlah.

Apa yang sebenarnya dia pikirkan selama ini. Suka berkhayal, berimajinasi, melukis dalam pikiran, menyelam dalam hati.

Sudahlah.

Memang begitulah dia. Seorang gadis aneh bernama Laylie (nama samaran).

Renungan diri

Dalam Kamar Yang Sama

Cahaya mentari mulai hangat terasa.

Setengah tinggi menembus genting kaca.

Menyingkirkan gelap dikamarku yang berantakan wujudnya.

Merenung.

Apa yang harus aku lakukan setelah ini?

Pertanyaan itu kembali menyerbuku lagi.

Membuat lelah sekujur badanku.

Mulai mencoba melemahkan semangatku.

Menggoda ruang air mataku.

Sayang sekali.

Sampai hari ini aku belum juga dapat jawaban-Nya.

Tapi aku masih hidup.

Mungkin inikah jawaban dari-Nya.

Penaku Laylie

Di Batas Senja

Senja seperti biasanya

Cahaya mulai terasa hangat biaskan sinarnya. Menemaniku disore ini menuju senja.

Angin berhembus tenang. Tapi masih bisa menggoyangkan rerumputan.

Diam tanpa kata. Sesekali bertanya kepada diri sendiri tentang apa yang memang seharusnya.

Ditemani kopi hangat. Seperti seorang penghibur yang menemani dalam pekat.

Kucoba tersenyum kembali. Kulanjutkan perjalanan hidupku meski terasa lambat sekali.

Meski terkadang sejenak diam tanpa kata. Bukan berarti aku tak bisa bicara. Terkadang cukup kupendam sendiri yang aku rasa. Berharap diriku memahami tentang diriku seutuhnya.

Kubiarkan waktu terus berjalan. Kubiarkan keadaan berubah seiring berputarnya semesta alam.

Di batas senja aku menunggu. Jawaban dari kegelisahanku.

Renungan diri

Menjaring Cahaya

Menjaring Cahaya

Terbangun sendiri.

Dia tersenyum lalu memejamkan mata dan mencoba merasakan tenang di dalam diri.

Mata sayu itu mulai terbuka kembali.

Sejenak diam di tempat tidurnya untuk merenung dan mensyukuri atas segenap nyawa yang telah kembali.

Dia memandang cahaya yang menembus genting kaca di atas sana.

Tangannya mulai bergerak dan mencoba menjaring cahaya.

Yang ingin dia genggam sebagai bekal perjalanan ketika malam.

Yang ingin dia genggam sebagai penerang ketika gelap kembali datang menyerang.

Dia mulai berdiri dan menghampiri.

Seberkas cahaya itu dia coba genggam berkali-kali.

Dia diam dan berpikir dalam.

Dia mulai bertanya kepada semesta alam.

Masih adakah seberkas cahaya yang bisa ku jaring untuk menerangi jejak langkahku ?

Masih adakah seberkas cahaya untukku ?”

“penaku laylie”

Penaku Laylie

Bendera Putih Dari Bumi Untuk Tuhanku

Sudah lama kami menanti.

Sudah lama kami merindukan hal ini.

Tentang sebentuk kepasrahan kami terhadap segala keputusan-Mu.

Sebentuk tanda tunduk kami di bawah segala bentuk pengaturan-Mu.

Kami kibarkan bendera putih ini dari bumi.

Agar tampak jelas dari atas langit yang memayungi.

Agar tak ada lagi kesombongan dari diri kami yang merasa mampu mengatur diri sendiri.

Terimalah bendera putih dari kami.

Bendera putih simbol kepasrahan dari jiwa dan raga ini.

Izinkanlah bendera putih kami berkibar.

Hingga jiwa-jiwa kami diterangi oleh cahaya-Mu yang berpijar.

Salam rinduku kepada-Mu.

Dari bumi yang rendah ini kunantikan pertolongan-Mu.

“penaku laylie”

Inspirasi

Memanfaatkan Botol Bekas

Menanam lombok dalam wadah botol bekas

Sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menanam. Kalaupun tidak cukup lahan. Kita bisa menggunakan bahan lainnya yang bisa sebagai media untuk menanam.

Menggunakan botol bekas misalnya. Daripada dibuang dan menjadi sampah. Bukankah lebih baik dimanfaatkan keberadaannya.

Selain hemat tempat juga hemat biasa. Tak butuh banyak modal. Cukup mau dan lakukan. Memang butuh ketelatenan untuk merawatnya. Agar tumbuhan yang ditanam bisa tumbuh selayaknya.

Mari menanam. Semangat menghijaukan bumi ini. Mari kita mulai dari sekitar kita. Memang terkesan sederhana. Tapi tak ada kata sederhana jika bermanfaat untuk ke depannya.

“penaku laylie”

Renungan diri

Pelajari Yang Berada Di Balik Rupa & Raga

Ketika aku melihat orang yang sukses.

Aku tidak heran dengan ketenarannya.

Aku hanya sibuk memperhatikan bagaimana proses yang pernah dilaluinya.

Yang terkadang tidak dia ungkapkan kepadamu.

Sebab memang tidak mudah berjuang untuk mencapai keinginan itu.

Jangan malas.

Mari bangkit dan belajar.

Jika sekarang saat ini kau belum bisa terang bersinar saat malam.

Yang terpenting dirimu masih mempunyai semangat yang tidak mudah untuk padam. @penaku.laylie

Catatan Penaku Laylie

Penerangan Jaman Dulu Untuk Belajar

Lampu Minyak Jaman Dulu

Jaman dulu semangat belajarnya luar biasa.

Tak peduli penerangan apa yang digunakan agar buku tetap terbaca.

Di desa kami sebagian masih menggunakan lampu minyak sebagai penerangan.

Digunakan ketika listrik yang menyala padam tiba-tiba.

Agar terlihat kembali sekitar dan hilang remang-remang yang tampak nyata.

Bukan ketinggalan jaman.

Hanya saja memanfaatkan apa yang ada sehingga tidak dikatakan banyak alasan.

Mari semangat belajar.

Dunia saat ini sudah semakin terang dan berbinar.

Sudah tak ada alasan lagi untuk malas belajar.

“penaku laylie”

Quotes Penaku Laylie

Mulai Saja

Ketika kau ingin memulai sesuatu dan takut untuk memulainya.

Kendalikan rasa takutmu dan mulailah segera.

Tak perlu berpikir jauh dan bertanya kira-kira ada orang lain yang suka atau tidaknya.

Yang penting dirimu mau memulainya segera.

Untuk proses selanjutnya nanti lambat-laun akan mengerti juga bagaimana langkah selanjutnya.

Ingatlah.

Tidak ada seseorang yang langsung bisa tanpa mengambil langkah pertama.

Semangat memulai untukku, untukmu, untuk yang membaca & untuk kita semua.

“penaku laylie”

Quotes Penaku Laylie

Behind the Rain There’s Me

Calm your mind and heart.

There’s no need to ask why your process feels so slow.

Because, it will not be reached by this limited reason.

Let’s see what’s raining tonight.
Rain also requires a process to get to earth.

It takes time to cool the universe that stretches this wide.

Smile.
Let’s learn to enjoy.
All the existence of processes in this universe.

Hail rain from me : “penaku laylie”

Quotes Penaku Laylie

Di Balik Hujan Ada Aku

Foto diambil di belakang rumah

Tenangkan pikiran dan hati.

Tak perlu jauh bertanya kenapa prosesmu terasa lambat sekali.

Sebab, hal itu takkan terjangkau oleh nalar yang terbatas ini.

Coba lihat hujan yang turun malam ini. 
Hujan juga membutuhkan proses untuk sampai ke bumi.

Butuh waktu untuk menyejukkan semesta yang terbentang seluas ini.

Tersenyumlah.
Mari kita belajar menikmati.
Segala keberadaan proses di alam semesta ini.

Salam hujan dariku : “penaku laylie”

Catatan Penaku Laylie

Dia Sahabatku

Tetap terbang tak ada kata menyerah.

Meski sayapnya tak lagi sempurna namun tetap terbang menelusuri arah.

Mencari bunga di manapun keberadaannya.

Keterbatasan yang dimiliki bukanlah alasan untuk berkata tidak berdaya.

Sesekali hinggap untuk menikmati kenikmatan yang sudah tersedia di alam semesta.

Itulah sahabatku kupu-kupu namanya.

“penaku_laylie”

Catatan Penaku Laylie, Quotes Penaku Laylie

Pahami Setiap Lembarannya

Pahami setiap lembaran kisahnya.
Jangan terlalu sedih.
Sebab kesedihmu juga akan berlalu.

Jangan terlalu resah.
Sebab keresahanmu akan berlalu.

Diam dan rasakan.
Ada saatnya kau butuh kewarasan untuk menghadapi kisahmu.

Ada saatnya kau butuh sedikit kegilaan ketika menghadapi rasa tidak nyamanmu.

Kau yang lebih mengerti rasamu.
Kau yang bisa bersikap bijak dalam menghadapi segala macam rasa di dalam hatimu.

Memahami segala macam perubahan yang melintas di dalam pikiranmu.

@penaku.laylie

Renungan diri

Perihal Mencoba

Yang ada “belajar menjadi sempurna. Sebab manusia biasa tak ada yang selalu sempurna.”

Yang ada “mencoba lebih baik.
Sebab manusia biasa jarang yang selalu baik.”

Yang ada “belajar menerima kenyataan saat ini.”
Sebab “tak mungkin mengembalikan kumpulan masa yang sudah dilalui.”

Yang ada “muhasabah diri.”
Ada saatnya mempertanyakan segala kemilau keinginan di dalam diri.

@penaku_laylie

Renungan diri

Kau dan Dirimu

Ketika ragamu terasa ingin tumbang.

Hai, kau kuat dan baik-baik saja.

Ketika lelah merajam sekujur tubuhmu dan tak tau bagaimana memulai cerita dengan seseorang di kejauhan sana.

Hai, kau kuat melaluinya. Bukankah sendiri itu bukan tanda kelemahan diri.

Hai, kau harus bisa semangat dan sembuh segera.

“penaku laylie”