Renungan diri

Amarah |

Aku menjelma sebagai api. Menghangatkan sekitarku aku tak peduli. Air datanglah padaku. Redam dan basuhlah aku. Sungguh aku tak ingin jika aku tak terkendali. Air, dekap aku. Selimuti aku dengan dinginmu. Melebur api amarah ini. Agar senyumku terbuka kembali. (laylie)

Advertisements
Renungan diri

Apakah Kau Bisa Merasa

Rembulan.Kota cahaya.Sejuk pancaran sinarmu redupkan pandang mata.Bintang bersanding denganmu.Dan awan menari di sekekitarmu.Rembulan. Kapan kau datang ke bumi.Menemaniku.Menerangi langkahku.Ketika gelap menyelimutiku. (Laylie)

Poetry

Dariku Untukmu Muridku |

Tak sedikitpun kutampakkan wajah sayu ketika menatapmu. Tak sedikitpun kutampakkan lelahku dihadapanmu. Untuk kalian aku berusaha dengan segenap kemampuanku. Untuk kalian aku berjuang demi cemerlangnya masa depanmu. Kuselaraskan rasa denganmu agar segala pelajaran dariku bisa kau terima. Kusabarkan hatiku ketika kalian belum mampu memahami segalanya. Demi masa depan kalian sebagai seorang guru aku berjuang. Agar… Continue reading Dariku Untukmu Muridku |

Renungan diri

Rindu |

Diriku mulai bersajak,Dari segala rasa yang saling berjarak,Hembus nafas kubelai kembali,Inginku jelaskan sebuah rasa dalam hati, Rindu Bersuara dalam kehampaan yang ada, Menyebar ke seluruh tubuh hingga merasuk dalam relung jiwa yang pernah terluka, Tentangmu aku ingin bertemu, Tentangmu aku ingin menjamah dalam dekatmu, Tentangmu yang sebatas kata rindu, Rindu Dalam keheningan malam kudatangi cahaya,… Continue reading Rindu |

Renungan diri

Angin Lalu

Angin berhembus kencang tak seperti biasa. Membawa debu dan sebingkai kenangan yang membisu. Kubiarkan saja menerpa. Aku coba tak peduli. Sekencang apapun menerpaku. Aku coba tak peduli. Pikirku kau hanya sebingkai kenangan. Tak lebih hanya seperti debu. Jika kuhirup lagi akan lebih menyesakkanku.

Quotes Me

Memandangmu

Ada keindahan yang bisa kau nikmati dengan pandanganmu saja. Tanpa harus kau memaksa mendekati. Sebab jika terlalu dekat. Kau takkan mendapati apapun dari yang kau pandang. Sedang semua melebur dalam pandangan matamu dalam sekejap.

Renungan diri

Manusia Over |

Ada saatnya manusia harus menerima pemberian dari Tuhannya. Tahanlah sejenak keluh kesahmu. Rasakan lalu renungkan setelahnya. Pahami dan ambil hikmahnya. Sebab kesedihan dan kebahagiaan. Semua datangnya sudah terukur. Tak ada kesedihan yang berlebih. Tak ada kebahagiaan yang berlebih. Kecuali, manusianya sendiri yang terlalu melebih-lebihkan hingga hilang kendali.

Poetry

Merayu |

Dengarlah, aku coba merayumu dari sini. Bangunlah, aku coba menantimu sekali lagi . Kemarilah, aku bertahan dalam kesunyian penantian. Malam ini, aku menunggumu dan bertahan. Sekali lagi dan lagi. Langkahkan kakimu untuk menemuiku. Langkahkan arahmu menemukanku. Di sini, di tempat ini aku menunggumu. Bawalah wangimu, bawalah semerbak harummu. Datang untuk menemuiku.

Renungan diri

Senja|

Mentari pagi yang hangat sudah berlalu adanya. Berpindah arah berganti cahaya. Redup cahaya berganti warna. Hening dalam kesunyian. Sebentar lagi akan berganti malam. Separuh lelah hari ini sudah dilalui. Tersisa waktu malam untuk kehidupan yang lain lagi. Senja,. Segeralah berlalu.